Sejarah Peradaban Struktur Kubah

24 April 2018

Seperti halnya menara dan mihrab, secara historis kubah belum dikenal pada waktu masa Rasulullah SAW. Arsitektur terkemuka, Prof K Cresswell dalam Early Muslim Architecture berkata bahwa pada desain masjid Madinah pertamakali sama sekali belum mengenal kubah. Dalam rekonstruksi arsitekturnya, Cresswell menunjukkan betapa sederhananya masjid yang dibangun pada era Nabi Muhammad SAW.

Arsitektur awal kali pada masjid yang dibangun oleh Rasul berbentuk segi empat dengan dinding sebagai pembatas sekelilingnya. Di sepanjang dinding bagian dalam dibuat semacam serambi yang langsung menghadapt ke lapangan terbuka yang berada di tengahnya. Dengan  berkembangnya teknologi arsitektur, maka kubah pun muncul sebagai penutup bangunan masjid era moderen.

Kubah secara etimologi ditemukan dari kata cupola yang bersal dari Yunani, dan memiliki arti rumah tuhan/dewa. Bangunan kubah sudah ada sejak bangsa yunani berjaya sebelum ditaklukan bangsa romawi. Bangsa romawi mengadopsi kubah pada bangunan kuil2nya, yang akhirnya digunakan juga pada istana kaisar. Ketika bangsa romawi menguasai dunia, banyak membangun istana atau kuil dengan kubah ditanah jajahan, hingga ke palestina. kubah diadopsi oleh penganut yahudi dan kristen dalam membangun tempat ibadah. Ketika khalifah umar menguasai pelestina, beliau membangun al aqsa dengan kubah dan al sakhra dengan kubah emas agar umat islam tidak terpesona oleh bangunan non islam (kuil, sinagog, gereja) yang megah dengan kubah. sejak itu kubah diadopsi dalam bagunan masjid.

Bangunan Kubah memang tidak berasal dan berakar dari arsitektur Islam. Itu karena memang ajaran Islam tidak membawa secara langsung tradisi budaya fisik atau Islam tidak mengajarkan secara konkrit tata bentuk arsitektur. Islam telah memberikan kesempatan kepada kaumnya untuk menentukan pilihan-pilihan fisiknya pada akal-budi dan tempat ibadah yang digunakannya.

Hampir semua kebudayaan mengenal dan memiliki kubah. Dari masa ke masa bentuk kubah selalu berubah-ubah. Konon, peradaban pertama yang mengenal dan menggunakan kubah adalah bangsa Mesopotamia sejak 6000 tahun yang lalu. Pada abad ke-14 SM, di Mycenaean Greeks sudah ditemukan bangunan makam berbentuk kubah (tholos tombs).

Namun, terdapat pula yang beranggapan bahwa kubah mulai muncul dimasa Imperium Romawi, sekitar tahun 100 M. Salah satu buktinya adalah bangunan pantheon (kuil) di kota Roma yang dibangun Raja Hadria pada 118 M – 128 M. Penggunaan kubah tercatat mulai berkembang pesat di periode awal masa Kristen.

Struktur dan bentuk kubah pada waktu itu tidaklah terlalu besar, contohnya yang terdapat pada bangunan Santa Costanza di Roma. Pada era kekuasaan Bizantium, Kaisar Justinian, dia juga telah membangun kubah kuno yang megah. Pada tahun 500 M, dia menggunakan kubah pada bangunan Hagia Spohia di Konstantinopel.

Lalu sejak kapan Islam mulai menggunakan bangunan kubah pada arsitektur tempat ibaah mereka (masjid)? Secara sejarah dan arkeologis, kubah dalam arsitektur Islam pertamakali ditemukan di Kubah Batu (Dome of Rock) atau yang biasa dikenal sebagai Masjid Umar di Yerusalem. Kubah Batu dibangun sekitar tahun 685 M sampai 691 M.

 

Interior Kubah Batu dihiasi dengan arabesk – hiasan berbentuk geometris, tanaman rambatan dan ornamen kaligrafi. Unsur hiasan sempat menjadi ciri khas arsitektur Islam sejak abad ke-7 M. Hingga kini, kaligrafi masih menjadi ornamen yang menghiasi interior bangunan sebuah masjid.

Dimulai saat itulah, para arsitek Islam terus mengembangkan beragam design kubah pada masjid yang dibangunnya. Pada abad ke-12 M, di Kairo kubah menjadi lambang arsitektur nasional Mesir dalam struktur masyarakat Islam. Dari masa ke masa bentuk kubah pada masjid juga terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi.

Ketika Islam menyebar semakin luas dan berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain, para arsitek Islam tampaknya tidak segan-segan untuk mengambil pilihan-pilihan bentuk yang sudah ada, termasuk teknik dan cara membangun yang memang sudah dimiliki oleh masyarakat setempat tersebut.

Tak heran, jika bentuk kubah masjid pun terbilang beragam, sesuai dengan budaya dan tempat masyarakat Muslim tinggal. Hampir di setiap negara berpenduduk Muslim memiliki masjid berkubah. Di antara masjid berkubah yang terkenal antara lain; Masjid Biru di Istanbul Turki, Taj Mahal di Agra India, Kubah Batu di Yerusalem, dan lainnya.

 

Suber : https://generasisalaf.wordpress.com/2016/04/19/sejarah-kubah-masjid-yang-di-adopsi-dari-non-islam-islam-tidak-anti-tradisi-budaya/

Copyright © 2017 Kontraktor kubah masjid enamel harga termurah by shauqina.